Posted in Story, Tips Menggambar

Menggambar Itu Sulit?

2010-vs-2016

Ada yang bertanya pada saya “kenapa kamu bisa menggambar?”, kemudian ditambahkan dengan pertanyaan “apa rahasianya biar bisa menggambar dengan bagus?”. Saya menjawab ‘‘jika ingin menggambar dengan bagus, ya latihan saja terus, menggambar terus”. Kemudian respon kebanyakan dari mereka “Ah kamu mah gak mau kasih tau aja, gak mau ajarin aja” atau ada juga yang bilang “Kamu kan punya bakat, beda sama saya, gambar terus-terusan juga gak bagus-bagus“. Mungkin pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang sering dihadapi oleh orang-orang yang suka gambar :D. Namun memang benar, yang saya rasakan sendiri bahwa bakat itu tercipta karena adanya usaha dan kerja keras, bukan tiba-tiba muncul begitu saja. Jika bakat itu tiba-tiba muncul, saya pasti langsung bisa menggambar dengan bagus walaupun baru pertama kali menggambar, tidak perlu melalui proses yang lama, mulai dari menggambar saya jelek sampai ke tahap lumayan bagus.

Semua itu adalah sebuah PROSES, dan kebanyakan orang hanya melihat HASIL. Ketika teman-teman saya melihat gambar saya yang sekarang, mereka mungkin berpikir bahwa prosesnya tidak sepanjang yang mereka bayangkan. Padahal, itu semua memerlukan waktu yang lama, dan mungkin akan bertambah lama lagi. Dan hal yang paling saya tidak mengerti adalah mereka yang minta diajari menggambar dan ingin bisa dengan cepat tapi dengan usaha yang sesedikit mungkin, saya pun kadang heran sendiri “memang bisa?”. Ayolah kawan, kalau kalian suka menggambar, dan gambar kalian ingin lebih baik lagi dari waktu ke waktu, jangan malas berlatih, berlatih, belajar, berlatih, belajar, dan “Enjoy The Process of Your Learning”.

Kembali ke topik, apakah menggambar itu sulit? Tapi kenapa kalau lihat orang yang menggambar, menggambar itu seperti gampang? Lalu, apa yang membuatnya terlihat begitu sulit? Ada yang mengatakan gampang, dan ada pula yang mengatakan sulit. Menggambar bisa dikatakan gampang jika kita menyukainya, menyukai saat-saat kita menggambar, menyukai hasilnya walaupun jelek, meyukai menghabiskan waktu kita untuk menggambar, menyukai menambah ilmu baru tentang menggambar, menyukai hal apapun saja tentang menggambar. Bukankah jika kita mengerjakan segala hal yang kita sukai dan dengan hati senang, maka pekerjaan itu terasa menyenangkan dan mudah? Nah jika ingin menggambar dengan gampang, maka sukai dulu menggambar itu sendiri, karena yang namanya skill atau kemampuan itu bisa di asah.

Lalu, apa yang membuatnya sulit? Seperti yang orang bilang “Memelihara lebih sulit dari pada memulai” ya memang benar, suka saja tidak cukup, jika tidak dipelihara, maka rasa suka itu akan hilang yang mengakibatkan kita putus asa dan berhenti belajar menggambar. Jadi yang membuatnya sulit adalah mempertahankan kesukaan kita akan belajar menggambar, menambah ilmu tentang menggambar, meluangkan waktu untuk berlatih menggambar, mencari dan bereksperimen peralatan gambar baru, mencari informasi tentang berbagai pengetahuan dan peralatan menggambar, dan lain sebagainya.

Jadi mulai sekarang bagi kalian yang suka menggambar dan sangat tidak sabar ingin menggambar dengan bagus dengan seketika, berhentilah berpikir seperti itu mulai sekarang, kalau kalian suka, bersabarlah dalam menjalani prosesnya, teruslah belajar menambah kemampuan kalian dalam menggambar, dan juga berlatihlah dengan giat. Dan suatu saat nanti kalian akan melihat perbedaannya, perbedaan ketika kalian mulai belajar menggambar dan perbedaan ketika kalian sering berlatih dan belajar menggambar.

Selamat berjuang kawan, semangat!! 😀

See you.. 🙂

Posted in Art, Art Tool, Tips Menggambar

Peralatan untuk Memulai Menggambar/Melukis dengan Pensil

Hai teman-teman! Pada kesempatan ini saya akan membagikan tips “Peralatan untuk Memulai Menggambar/Melukis dengan Pensil”. Tentu saja Bagi teman-teman yang baru mulai belajar melukis mungkin akan bertanya-tanya apa saja sih peralatan yang harus dipersiapkan untuk mulai melukis dengan pensil? Apakah ada peralatan khusus yang digunakan oleh para pelukis pensil? Apakah pensilnya khusus? Kertasnya khusus? Dan lain sebagainya. Nah itu juga yang muncul dibenak saya pertama kali ketika mulai belajar melukis dengan pensil, kali ini saya akan mencoba membahas pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul seputar Peralatan untuk Memulai Menggambar/Melukis dengan Pensil.

1) Adakah kertas gambar khusus?

feti sumaryanti, fetisumaryanti16, kertas gambar, kertas lukis, belajar melukis, belajar menggambar, tips menggambar, memilih kertas gambar

Nah ini yang pertama, kertas. Adakah kertas khusus? Pada dasarnya kertas apapun bisa digunakan, kertas gambar biasa yang dijual di toko-toko terdekat, kertas karton, kertas HVS biasa pun sebenarnya bisa digunakan. Tapi, tentu saja beda bumbu beda masakan, lho! 😛 Maksudnya beda kertas, maka akan ada juga sedikit atau banyaknya perbedaan baik pada proses, ketahanan, maupun hasil dari gambar tersebut (yang dimaksud disini bukan hasil yang tiba-tiba JREEEENG bagus ya, tapi goresannya).

Ketika memilih kertas, kita lihat dulu tujuan dari teman-teman melukis/menggambar. Jika sekadar latihan, kertas gambar biasa pun bisa, tapi untuk lebih jauhnya saya akan berbagi sedikit pengalaman memilih kertas. Pertama, pilihlah kertas yang berkualitas baik. Kertas yang berkualitas baik akan mudah juga diaturnya, tidak mudah robek ketika menghapus, dan tidak kotor ketika dihapus. Kualitas kertas baik itu bagaimana? Pilih kertas yang tidak terlalu tipis, agar kertas tidak mudah rusak ketika kita melukis, ketebalannya lebih dari 100 gsm. Saya biasa memilih kertas dengan ketebalan 120 gsm / 160 gsm, itu menurut saya sudah cukup. Nah kemudian, pilihlah kertas yang ‘Acid Free’, agar lukisan kita bisa tahan lama, dan kertas tidak mudah berubah warna / menjadi kuning di makan waktu. Pilih tekstur kertas yang sesuai. Ada tekstur kertas yang bergerigi (tidak halus) ada pula yang halus. Jika kita akan membuat lukisan yang membutuhkan arsiran halus sekali, maka akan lebih cocok memakai kertas yang bertekstur/berpermukaan halus. Namun, pemilihan kertas tetap disesuaikan dengan tingkat kenyamanan kita melukis tentu saja. Saya sendiri lebih memilih kertas yang teksturnya tidak halus/bergerigi dengan alasan saya lebih nyaman menggambar di kertas tersebut. Untuk saat ini saya lebih suka menggambar di kertas Canson, 160 gsm dan 200 gsm, Acid free. Namun tentu saja, teman-teman bisa memilih sendiri kertas yang sesuai dengan kenyamanan ketika menggambar, mencoba berbagai kertas, kemdian pilih yang menurut teman-teman paling pas.

2) Pensil apa yang digunakan?

feti sumaryanti, fetisumaryanti16, kertas gambar, kertas lukis, belajar melukis, belajar menggambar, tips menggambar, memilih kertas gambar, pensil gambar, pensil lukis

Adakah pensil khusus? Pensil itu banyak jenisnya, tapi kita sederhanakan saja dulu yaitu pensil biasa, dan pensil warna. Untuk menggambar dengan pensil biasa, pilihlah pensil yang tentu saja tidak mudah patah, dan nyaman digunakan. Kita bisa memilih pensil Faber Castell ataupun Staedtler atau pensil lainnya, untuk tingkat ketebalannya bisa kita sesuaikan. Walaupun saya membutuhkan tingkat ketebalan yang berbeda ketika menggambar, tetapi saya jarang menggunakan seluruh tingkatan pensil yang berbeda (HB, B, 2B, 3B.. dst.), saya terkadang hanya menggunakan pensil 2B dan 6B/8B untuk tingkat ketebalan tertentu. Jika masih bingung pilih pensil apa dan tingkat ketebalannya apa, saya sarankan untuk terus bereksperimen mencoba berbagai macam pensil, kemudian pilihlah yang cocok/yang nyaman di pakai oleh kita.

Nah yang kedua adalah jika kita akan menggunakan pensil warna / lukisan pensil warna. Pensil warna apa yang bagus? Saya pernah mencoba melukis dengan pensil warna merek LUNA dari STAEDTLER, goresannya tebal, warnanya jelas. Kemudian saya coba merek Faber Castell Junior, saya suka goresannya karena mudah di hapus jika ada kesalahan. Kemudian saya coba juga Faber Castell Classic, sama, mudah di hapus, dan enak di gunakan, saya juga pernah coba Faber Castell – Watercolour, warnanya tebal, dan pensilnya agak lunak, cocok sekali untuk gambar yang membutuhkan warna-warna yang jelas dan tebal. Setelah itu saya coba Faber Castell Polychromos, waw pensil warna ini sungguh Amazing sekali, kita bisa beli satuan, dan saya hanya punya beberapa saja karena harganya juga Amazing (hehehe..), pensil ini tidak terlalu lunak, dalam artian agak sedikit keras, namun kualitas warnanya bagus, dan enak digunakan. Dan terakhir saya coba pensil warna Derwent, ini sama Amazingnya dengan pensil warna Faber Castell Polychromos tadi, harganya, warnanya, dan kualitasnya juga Amazing menurut saya (hehehe), saya hanya punya beberapa warna saja, ini juga bisa dibeli satuan. Pensil Derwent ini sedikit lebih lunak jika dibandingkan Faber Castell Polychromos tadi.

Jadi mana yang dipilih? Dengan tidak bermaksud membanding-bandingkan merek dan kualitas mana yang terbaik, sekali lagi saya tekankan pilihlah yang paling nyaman, sesuai, cocok dengan kita, tentu saja dengan banyak mencoba dan bereksperimen, karena apa yang cocok dengan seniman lain, belum tentu cocok dengan kita. Saya sendiri sekarang ini kadang memadu padankan pensil-pensil yang sudah saya sebutkan tadi. 🙂

3) Apa saja jenis penghapus yang biasa digunakan?

feti sumaryanti, fetisumaryanti16, penghapus gambar, peralatan gambar

Nah, ini bahasan yang ke-tiga, penghapus. Adakah penghapus khusus? Ada beberapa seniman yang mungkin menyarankan untuk menghindari peralatan yang satu ini ketika mulai menggambar dengan alasan untuk menghindari keragu-raguan, dan agar kita terlatih PeDe untuk menggambar. Karena memang, untuk yang baru belajar menggambar, mereka terkadang banyak ragu untuk menggoreskan pensilnya ke kertas gambar, jelek sedikit hapus, salah sedikit hapus, ada titik sedikit, hapus, hehehe… (pengalaman pribadi juga). Padahal jika kita lebih mau sabar dalam belajar menggambar, goresan-goresan yang tipis yang kita gunakan sebagai garis awal/sketsa, akan tertutupi oleh goresan-goresan tebal, dan tidak harus selalu dihapus. Namun, tentu saja, beda seniman beda kebiasaan, dan penghapus pun bisa juga digunakan untuk keperluan lain bukan hanya untuk menghapus kesalahan/goresan yang gagal (jika ini dibahas, 10 halaman sepertinya tidak akan cukup 😛 ).

Nah kembali ke topik saja, penghapus. Jadi, penghapus apa yang baik? Seperti biasa, yang pertama pilihlah penghapus yang berkualitas baik, tidak menyisakan hitam di kertas ketika di pakai, juga tidak menghancurkan kertas ketika di gunakan (maaf sedikit berlebihan, hehe). Ada 3 jenis penghapus yang akan saya bahas di sini, sesuai gambar yang ada di atas.

Gambar 1, itu penghapus yang biasa digunakan dan banyak dijumpai sehari-hari. Nah, saya biasa menggunakan merek Vinil Faber Castell, karena memang penghapus ini cocok digunakan untuk menghapus goresan-goresan yang kurang tepat, penghapus lain pun yang sejenis ini dan tidak kalah bagusnya juga banyak, hanya saja kembali ke rumus kita, pilih yang sesuai dengan hati nurani :).

Gambar 2, bagi seorang yang baru belajar melukis dengan pensil, mungkin melihat penghapus yang satu ini agak sedikit aneh, karena bentuk dan warnanya yang tidak biasa. Penghapus ini namanya Kneaded Eraser, penghapus ini terbilang unik karena kita bisa membentuknya sesuka hati, dan daya hapusnya juga Amazing, bagus sekali, dan tidak banyak ampas hapusan, bahkan cenderung tidak berampas. Karena bentuknya yang bisa disesuaikan, penghapus ini cocok untuk menghapus area-area yang kecil / cukup sulit / memerlukan kehati-hatian tinggi dalam menghapus agar area yang lain yang tidak ingin terhapus tidak ikut terhapus juga.

Gambar 3, adalah Pen Eraser, nah penghapus yang satu ini juga sangat berguna sekali, dan sangat nyaman digunakan. Beberapa seniman/pelukis menggunakan penghapus ini untuk membuat helaian rambut (saya juga menggunakannya, 😛 ). Saya sendiri lebih sering menggunakan penghapus ini dibanding penghapus-penghapus jenis lain, karena bentuknya yang praktis dan nyaman di gunakan. Nah itu dia pembahasan tentang penghapus, teman-teman bisa memilih, mencoba, kemudian menyesuaikan sendiri ya :D.

4) Serutan / Rautan Pensil

Ini adalah peralatan yang bisa dibilang penting, karena tanpa serutan pensil, apa jadinya pensil-pensil kita yang sudah tumpul? Hehe.. Serutan pensil banyak bentuk dan macamnya, saya hanya menyarankan untuk memilih serutan yang tajam, agar pensil-pensil yang sangat kita sayangi itu tidak jadi patah ketika di serut :D. Kalau sebagian dari teman-teman ada yang memakai pensil warna Faber Castell Junior yang ukurannya lebih besar dan bentuknya segitiga atau pensil sejenis lainnya, maka pilih juga serutan yang sesuai, jika tidak menggunakan silet atau pisau. Seperti biasa, silahkan pilih sendiri ya, yang cocok digunakan oleh teman-teman, bentuk, warna, gambarnya, dan lain-lainnya. 😛

5) Perlukah Penggaris?

Untuk menggambar / melukis dengan tingkat akurasi yang tinggi, penggaris akan menjadi peralatan yang sangat penting dan berguna sekali, seperti menggambar gedung misalnya yang menggunakan perspektif tertentu. Namun untuk beberapa seniman yang menggambar / melukis wajah, mungkin beberapa ada yang menggunakan penggaris untuk membuat GRID untuk membantu agar lukisan wajah yang mereka buat lebih akurat dan realis, tapi ada juga seniman yang tidak menggunakan penggaris. Saya sendiri cenderung tidak pernah menggunakan penggaris, mengapa? Itu pilihan saya, dan mungkin itu karakter saya dalam menggambar / melukis, dan saya sering bingung menggunakan GRID dan menggambar perspektif (cenderung tidak bisa / sulit menggambar perspektif :P). Jadi perlukah penggaris? Jawabannya mudah, silahkan sesuaikan dengan pilihan teman-teman sendiri ya.. 🙂

6) Adakah peralatan tambahan?

Adakah peralatan tambahan selain yang sudah disebutkan di atas? Bisa dibilang ada dan juga banyak sepertinya (saya juga kurang yakin, maaf :D), serius, ya serius, ada. Ada yang namanya Tortillon atau Dusel, untuk lebih jelasnya bisa baca di sini. Nah saya terkadang menggunakan tortillon atau dusel itu sendiri, tapi kita juga bisa menggantinya dengan cotton buds atau kapas untuk menggantikan fungsi tortillon itu, hasilnya bisa terbilang sama saja, beda-beda dikit tak apa lah, hanya saja memang Tortillon lebih nyaman digunakan :P.

Selain Tortillon atau dusel, ada juga fixative, jelasnya bisa dibaca di sini. Untuk lukisan-lukisan tertentu, lukisan yang akan di pajang / diberi bingkai, atau lukisan pesanan, saya selalu menggunakan fixative agar lukisan lebih awet dan warna / hasil akhir lukisan tidak pudar ketika terkena goresan atau ketika tersentuh jari tangan. Untuk menggambar / latihan-latihan melukis biasa, saya jarang menggunakannya :).

Peralatan tambahan lain seperti papan dada, meja tulis, dan sebagainya, itu bisa disesuaikan sendiri oleh teman-teman, :D.

Itulah seputar tips mengenai Peralatan untuk Memulai Menggambar/Melukis dengan Pensil. Apapun peralatan yang digunakan, terus berlatih serta terus menggali pengetahuan tentang menggambar / melukis adalah yang paling penting, serta konsistensi teman-teman untuk tidak mudah menyerah untuk terus mengasah keterampilan menggambar / melukis teman-teman sendiri. Untuk peralatan dan teknik, pilihlah yang sesuai dengan kenyamanan, kecocokan, dan pilihan hati teman-teman sendiri.. 😀

Baca juga : Lukisan Pensil dan Pensil yang Digunakan 

Sekian,
Terima kasih sudah membaca. Sampai jumpa di episode yang lain 🙂

Posted in Art, Collection, Inspiration, Story

A New Drawing Using Pen

Will Smith, lukisan wajah, lukisan pulpen, lukisan feti sumaryanti, gambar, belajar menggambar, learn to draw, drawing
Will Smith – January 2015

I tried to learn to draw using pen, and this is the result, my first drawing using pen. Actually, I usually draw using pencil or colored pencil, so I can erase some mistakes easily if I make any. When I drew this picture using pen, it’s a little bit difficult because I had to be more careful to make lines. I think it’s a great feeling also a great experience, and I like it so much.. 😀
See u next time.. Keep drawing!! 😉