Posted in Poetry

Rintihan Hati

Feti Sumaryanti dan Santi Kartika

Aku terdiam
Suara hujan meneriaki telingaku
Mereka bersorak,
berteriak,
mewakili gundahku,
Meneriakkan piluku…

Dingin yang menusuk sepinya malam
Air hujan yang seolah bermain riang…
Hati penuh tanda tanya akan segala hal
Entah kapan jawaban akan aku temukan

Kudegar suara musik
Sebuah lagu tentang cinta
Entah mengapa liriknya menusuk-nusuk jantungku
Seperti billah pisau tajam
Menyayat lukaku begitu dalam
Sampai ku tak mampu teriak walau sakit,
walau perih…

Aku tak mampu berkata, tak jua mampu bicara…
Lirih dalam hatiku berkata,
aku ingin bernyanyi
Menyanyikan senandung melodi kehidupan..
Kepedihan tak ada yg tahu,
Kesakitan tak ada yg merasa…
Lalu siapa peduli?
Ingin rasanya pergi memutar waktu

Tapi tidak,
tak ingin ku berharap waktu kan terulang
Itu hanya akan memberi sebuah harapan baru
Harapan yang sesungguhnya sudah mati
Sudah hilang dari dulu
Aku hanya ingin berlari
Aku ingin pergi
Aku ingin keluar dari mimpi
Terbang ke langit yang tinggi
Sampai kudapati
Diri ini…
MATI…

Advertisements

Author:

I like drawing very much.

6 thoughts on “Rintihan Hati

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s