Posted in Art Tool

Fixative

Fixative, Cat Pelapis, Art Tools, Alat Menggambar

Bagi teman-teman yang suka menggambar khususnya menggunakan pensil, pensil warna, crayon, charcoal, ataupun media lainnya yang mudah pudar/luntur ketika disentuh atau terkena gesekan, tidak ada salahnya mempunyai fixsative/fiksatif. Fixsative/fixsatif adalah bahan/cat pelapis yang biasa digunakan ketika gambar sudah dianggap selesai. Ada 2 jenis fixsative yaitu untuk gambar/lukisan setengah jadi, jika memakai fixsatif jenis ini kita masih bisa merubah/menambahkan goresan pada gambar kita. Satu lagi fixsatif untuk gambar/lukisan yang sudah dianggap selesai (non removable), jika memakai fixsative jenis ini kita tidak dapat lagi merubah/menambahkan goresan pada gambar kita.

Saya sendiri lebih suka menggunakan fixative jenis kedua yang hanya akan saya gunakan ketika gambar/lukisan saya sudah selesai. Walaupun masih pemula dan dalam tahap belajar, sekali lagi tidak ada salahnya mempunyai fixatif ini untuk mengawetkan gambar-gambar/lukisan-lukisan yang kita sayangi. πŸ™‚

Bagaimana cara menggunakannya?
Nah, pertanyaan ini yang muncul ke benak saya ketika saya baru mengenal fixsatif dan memilikinya. Cara menggunakannya cukup semprotkan dengan rata pada permukaan gambar/lukisan kita. Jika kita menyemprotkan fiksatif terlalu tipis, maka ada kemungkinan gambar kita masih akanΒ mudah tergores walaupun kita menggunakan fixative jenis kedua (non removable). Sebaliknya, jika terlalu banyak/menyemprotkannya terlalu banyak pada satu titik saja (tidak merata) maka bisa-bisa gambar yang sudah susah payah kita buat selama berjam-jam akan rusak begitu saja. πŸ˜₯

Nah, untuk mendapatkannya kita bisa mencarinya di toko alat-alat lukis atau toko buku yang menyediakan alat-alat lukis. πŸ˜€

Keep Drawing πŸ™‚
See you..

Advertisements

Author:

I like drawing very much.

3 thoughts on “Fixative

  1. Jadi cara yang benar menyemprotkan.a bagaimana mbak? Apakah disemprt searah atau acak atau naik turun atau gimana yaa..? Jarak.a juga berapa cm saat menyemprotkan.a? Aduh maaf ya saya bingung masih newbie bngt saya hehehe.. Makasih..

    1. Semprot semerata mungkin, bisa dengan vertikal dulu lalu horizontal, dan diberi jarak (jangan terlalu dekat) kurang lebih k=jarak semprotan 20 s/d 25 cm atau dikira2 saja agar tidak terlalu dekat, karena kalo dekat akan mengakibatkan cairan bertumpuk di satu titik saja dan juga basah. Dan usahakan tidak menyemprot berulang2, dikasih jarak waktu agar kerting dulu dan tidak basah, apalagi jika kertasnya tipis. Silahkan di coba2 juga, nanti juga terbiasa.. πŸ˜€

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s